Welcome

Senin, 01 Maret 2010

My Dear Boyfriend

Cowokku sayang,
Aku tidak tahu siapa kau, atau dimana atau kapan kita akan bertemu, tapi yang jelas aku berharap tak lama lagi.
Aku berdo’a semoga kita bisa bertemu dan saling jatuh cinta, kau akan mencintaiku, karena diriku, dan tidak mengharapkan seseorang yang lebih kurus atau lebih cantik. Kuharap, kau takkan membandingkanku dengan cewek-cewek yang mungkin punya senyum yang lebih menawan. Kuharap kau akan membuatku tertawa, merawatku kalau aku sakit, dan bisa dipercaya.
Kuharap kau ingat bahwa aku lebih suka daisy daripada mawar, dan bahwa warna kesukaanku berubah sesuai suasana hatiku. Ketahuilah mataku bukan biru, tapi abu-abu, dengan sedikit bercak biru tua.
Kalau kita pergi berkencan, kau tidak perlu memeras otak memikirkan akan membawaku kemana, yang penting aku akan bersamamu.
Kalau aku menangis, ketahuilah bahwa penyebabnya bukan kau, yang penting kau memelukku erat-erat dan aku akan cepat sembuh. Dan jika penyebabnya kau, aku akan tetap sembuh.
Dan jika kita memutuskan untuk berpisah, pahamilah bahwa aku mungkin akan terluka, tapi aku ingin menjadi temanmu jika kau izinkan. Aku berjanji akan ingat bahwa kau juga punya perasaan, meskipun kau takkan pernah mengakuinya, dan kalu kau siap, kita bisa berteman.
Beritahu aku jika ada perbuatanku yang mengganggumu atau jika ada sesuatu yang terasa tidak pas. Aku ingin kau selalu bersikap jujur padaku. Jika aku mengalami hari yang tidak menyenangkan, kuharap kau akan menghujaniku dengan keyakinan dan senyum.
Kuharap kau tidak berpikir aku meminta terlalu banyak. Darimu. Kuharap kau mengerti aku agak gugup dan sangat takut. Aku ingin mengatakan bagaimana atau kapan kita akan bertemu, dan apakah kita akan selamanya saling mencintai. Setiap hubungan asmara adalah sebuah permainan kartu yang baru, dan..(ah)..aku tak pernah pandai bermain kartu. Tapi aku akan berusaha sebaik mungkin untuk bersikap baik dan sangat mencintaimu karena dirimu seutuhnya, tanpa berharap terlalu banyak darimu. Terima kasih karena telah mendengarkan, hanya ini yang aku minta.

Milikmu selamanya,
Sarah Bercot

Tidak ada komentar:

Posting Komentar